Sleman, 12 Juni 2026.Momentum mengenang dan bersyukur dalam menghadirkan kasih Kristus.
Semangat persaudaraan, saling membantu, dan bergandengan tangan yang telah menjadi cita-cita sejak awal berdirinya Gereja Santo Venantius, Paroki Santo Yohanes Paulus II Brayut, terus dijaga dan dihidupi hingga hari ini. Memasuki usia ke-38 tahun, nilai-nilai kebersamaan tersebut menjadi fondasi yang terus menguatkan langkah umat dalam membangun iman, pelayanan, dan kasih di tengah masyarakat.
Memasuki usia ke-38 tahun, Gereja Santo Venantius Ngelo diharapkan semakin menghadirkan wajah kasih Yesus Kristus di tengah umat. Gereja tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga menjadi ruang bagi umat untuk bertumbuh dalam iman, harapan, dan kasih. Harapan tersebut disampaikan oleh Ketua Wilayah Santo Venantius Ngelo, Bapak Mateus Wisnu Prasetyo, dalam sambutannya pada perayaan Hari Ulang Tahun Gereja Santo Venantius.
Perayaan ulang tahun kali ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang Gereja Santo Venantius Ngelo sekaligus mengucap syukur atas penyertaan Allah Bapa. Selama 38 tahun, semangat gotong royong, kebersamaan, dan kepedulian seluruh umat telah menjadi kekuatan utama dalam membangun kehidupan menggereja serta terus berkarya dengan meneladani iman Santo Venantius.
Dalam perayaan Ekaristi, Pastor Vikaris Paroki Brayut, Rm. Paulus Susanto Prawirowardoyo, Pr., mengajak umat untuk meneladani keteguhan iman Santo Venantius. Meskipun mengalami penganiayaan hingga akhirnya dipenggal kepalanya, Santo Venantius tetap setia mewartakan Injil Kristus tanpa meninggalkan imannya. Teladan ini menjadi pengingat bahwa kesetiaan kepada Tuhan harus tetap dijaga, bahkan di tengah berbagai tantangan kehidupan.
Melalui renungan Sabda, umat juga diajak merefleksikan perumpamaan Yesus tentang benih yang ditaburkan. Iman diharapkan tumbuh seperti benih yang jatuh di tanah yang subur, berakar kuat, dan menghasilkan buah yang berlimpah. Sebagaimana firman Tuhan yang disampaikan kepada Nabi Yesaya, Sabda Allah turun laksana hujan yang tidak pernah kembali dengan sia-sia, melainkan selalu melaksanakan kehendak-Nya dan menghasilkan kehidupan bagi setiap orang yang menerimanya dengan hati yang terbuka. (@ds)
