Profil Paroki
Profil dan Programasi Paroki Santo Yohanes Paulus II Brayut
Pendahuluan
Paroki adalah persekutuan umat beriman kristiani di teritori tertentu yang dibentuk secara tetap dalam keuskupan, yang reksa pastoralnya, di bawah otoritas Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang dipercayakan kepada Pastor Paroki sebagai gembalanya sendiri. Paroki St. Yohanes Paulus II Brayut ditetapkan oleh Uskup Agung Keuskupan Agung Semarang dengan Surat Keputusan Pendirian Nomor 1376/B/I/b-140/18 pada tanggal 25 Desember 2018.
Paroki Brayut memiliki batas wilayah, baik batas pemerintahan maupun batas gerejawi. Berikut batas-batas wilayah Paroki Brayut:
Berdasarkan Teritori Pemerintahan
- Utara: Kalurahan Purwobinangun, Kalurahan Donokerto
- Timur: Kalurahan Sardonoharjo, Kalurahan Sinduharjo
- Selatan: Kalurahan Sendangadi
- Barat: Kalurahan Tridadi, Kalurahan Trimulyo
Berdasarkan Teritori Gerejawi
- Utara: Paroki St. Maria Asumpta Pakem, Paroki St. Yohanes Rasul Somohitan
- Timur: Paroki Keluarga Kudus Banteng
- Selatan: Paroki St. Aloysius Gonzaga Mlati
- Barat: Paroki St. Yosep Medari
Proses pembuatan program kerja di Paroki St. Yohanes Paulus II melalui beberapa proses. Tahap pertama dengan mengumpulkan ketua bidang untuk menyampaikan program kerjanya dalam kekoordinatoran bidang agar tidak ada tumpang tindih dan terjalin kerjasama yang baik secara lintas bidang. Tahap kedua adalah dikumpulkan bersama-sama dan dikritisi, sebelum akhirnya pada tahap ketiga ditetapkan bersama dalam pertemuan pleno paroki sebagai RAPB 2025.
Misi Paroki
Sebagai bagian dari Keuskupan Agung Semarang, serta memperhatikan eklesial RIKAS dan Ardas serta spiritualitas Gereja Paroki St. Yohanes Paulus II, maka dirumuskan Misi dari Gereja Paroki St. Yohanes Paulus II Brayut yaitu:
Mengembangkan iman umat yang mendalam dan tangguh sesuai dengan potensi paroki.
Mengembangkan keluarga, lingkungan, dan kelompok-kelompok umat.
Meningkatkan pelayanan karitatif dan pemberdayaan KLMTD.
Melengkapi Sarana Pendukung Gereja Paroki dan Tata kelola Paroki yang transparan dan akuntabel.
Profil Data Paroki
Paroki St. Yohanes Paulus II berada di wilayah suburban dengan keadaan alam perkampungan, perumahan dan persawahan. Jalan yang menghubungkan antar wilayah, antara pastoran dengan setiap gereja mayoritas datar dan statusnya adalah jalan desa, sedangkan di batas selatan dan timur teritori Paroki Brayut yaitu Jl. Gito-Gati dan Jl. Palagan merupakan jalan provinsi.
Data umat yang sudah terdata hingga bulan Februari 2025 ini sebanyak 2.029 umat katolik dan katekumen dengan rincian menurut usia formatio iman berjenjang (FIB) sebagai berikut:
| No | Nama Wilayah | Dini (0-5) | Anak (6-10) | Remaja (11-14) | Muda (15-35) | Dewasa (36-60) | Lanjut (>60) |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | ST. PAULUS KARANGLO | 8 | 23 | 14 | 101 | 139 | 77 |
| 2 | ST. PETRUS KAYUNAN | 6 | 14 | 14 | 81 | 126 | 66 |
| 3 | ST. YAKOBUS RASUL TAMBAKREJO | 13 | 18 | 15 | 88 | 121 | 82 |
| 4 | ST. YOHANES KARANGKEPUH | 4 | 25 | 18 | 123 | 174 | 118 |
| 5 | ST. VENANTIUS NGELO | 10 | 16 | 19 | 93 | 116 | 78 |
| 6 | ST. FRANSISKUS XAVERIUS DUKUH | 12 | 14 | 10 | 57 | 82 | 54 |
| TOTAL | 53 | 110 | 90 | 543 | 758 | 475 | |
Potensi dan Keprihatinan Paroki
Potensi Paroki
- 1Memiliki 6 gedung gereja yang terletak di masing-masing wilayah sehingga pelayanan gereja bisa lebih maksimal dan merata.
- 2Memiliki tanah yang sudah disiapkan untuk Pembangunan Gereja Paroki yang lebih memadai.
- 3Sebanyak 70 umat terlibat dalam kepengurusan RT/RW/Kalurahan.
- 4Letak geografis paroki yang berada di area suburban menjadikan semangat gotong royong, keterlibatan umat yang baik dan tidak egoistik seperti di perkotaan.
- 5Banyak umat khususnya orang muda terlibat dalam kerasulan awam seperti prodiakon muda dan katekis muda.
- 6Kehidupan antar umat beragama yang harmonis di Kalurahan Pandowoharjo, Kalurahan Donoharjo, dan Kalurahan Sariharjo khususnya di Brayut, Tambakrejo dan sekitarnya.
- 7Banyak orang muda yang mampu menguasai teknologi informasi.
- 8Banyak umat memiliki kemampuan yang beragam dengan tingkat pendidikan tinggi yang cukup banyak secara keseluruhan:644SMA/SLTA147Diploma 3436Strata 153Strata 26Strata 3
- 9Gereja Brayut menarik dan dinamis contohnya dengan gedung pastoral yang terbuka yaitu limasan dan joglo pastoran Brayut yang dapat digunakan sebagai sarana umat dan masyarakat sekitar.
- 10Kebudayaan mewarnai kehidupan Gereja dengan adanya paguyuban kesenian dan desa wisata.
Keprihatinan Paroki
- 1Pendidikan iman berjenjang dirasa masih kurang militan.
- 2Penerimaan kas & kolekte yang masih dibawah RAB.
- 3Banyak SDM yang memiliki potensi namun belum bisa bergabung dalam pelayanan maupun keterlibatan lain dalam kehidupan menggereja meskipun mayoritas umat berada dalam usia produktif 543 orang muda dengan 758 umat berusia dewasa.
- 4Banyak umat yang suka memberi kritik tanpa solusi.
- 5Jumlah OMK (Orang Muda Katolik) yang tidak merata di setiap wilayah sehingga keterlibatan OMK di wilayah tertentu menjadi kurang.
- 6Perbedaan cara pandang orang tua dan anak berbeda serta dukungan atau komunikasi dalam keluarga yang kurang.
- 7Pelayanan Romo terkendala jarak dan waktu karena letak pastoran yang terpisah dengan gedung gereja.
Tujuan Paroki
Tujuan Paroki St. Yohanes Paulus II Brayut dibagi dalam beberapa tahapan pencapaian secara berkala, yaitu jangka pendek, menengah, dan panjang.
- Mempersiapkan lahan pengembangan gereja Tambakrejo.
- Merapikan dan penataan administrasi.
- Menghadirkan gereja yang semakin bermasyarakat dengan membuka diri serta hadir dalam gerak bersama masyarakat.
- Menumbuhkan kelompok-kelompok doa di Paroki Brayut.
- Membuat masterplan lokasi gereja pusat.
- Menghidupi, mengembangkan, dan mengobarkan semangat pelayanan kepada seluruh umat dan masyarakat.
- Melengkapi Sarana Pendukung Gereja Paroki dan Tata kelola Paroki yang transparan dan akuntabel.
- Mewujudkan masterplan gereja pusat.
- Mewujudkan sentralisasi pelayanan paroki yang berbasis/terpusat di paroki dan rasa memiliki sebagai satu paroki.
